TIM UPBS BRMP SULSEL DAN POPT GOWA PANTAU SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA PADI VARIETAS UNGGUL
Gowa, 1 Agustus 2025 – Tim Produksi Benih Padi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Gowa melakukan monitoring berkala terhadap kegiatan produksi benih pokok (SS) varietas unggul padi di kawasan IP2MP Gowa.
Dari hasil pemantauan yang berlangsung pada Jumat (1/8), ditemukan gejala serangan penyakit kresek yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Penyakit ini dapat menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan, baik vegetatif maupun generatif.
Gejala serangan ditandai dengan munculnya bercak kuning keabu-abuan di tepi daun yang kemudian meluas dan berubah menjadi kering berwarna coklat. Kerusakan pada daun ini berdampak pada terganggunya proses fotosintesis sehingga pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal. Pada fase pembungaan, infeksi ini dapat menyebabkan gabah tidak terisi penuh atau hampa, yang berpotensi menurunkan hasil panen.
Meski demikian, Kepala POPT Kabupaten Gowa menyampaikan bahwa hingga saat ini tingkat serangan penyakit kresek masih berada di bawah ambang kendali. Namun, pengendalian yang cepat dan tepat tetap diperlukan. Upaya pengendalian yang disarankan adalah penggunaan fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida.
Selain penyakit kresek, petugas juga menemukan serangan hama penggerek batang. Pengendalian hama tersebut dilakukan dengan insektisida yang mengandung bahan aktif klorantraniliprol guna menjaga kualitas tanaman padi.
Demikian hasil monitoring ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga kualitas dan kuantitas produksi benih padi varietas unggul di Kabupaten Gowa. Upaya pengendalian hama dan penyakit secara tepat waktu dan terpadu diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan para petani di Sulawesi Selatan.